Ketidakmungkinan yang Kita Semogakan
Aku
terpanah mendengarmu mengatakan itu...
Iya...
Ketika
kamu bilang kamu pernah berjanji kepada dirimu sendiri.
Banyak
sekali janjimu yang itu terkhusus untuk aku.
Kamu berjanji
banyak sekali dan semua kamu lontarkan ketika sudah menjadi nyata...
Kamu
tahu. . .
Aku
ingin menangis dan memelukmu saat itu juga...
Kamu
ingat kan saat kamu bilang
"aku
berjanji pada diriku sendiri tidak akan membawa motor ketika mengajakmu keluar
waktu hujan atau panas terik"
Iyaa
itu hal yang sederhana... Tapi aku merasa disini aku ratunya, dan kamu
rajannya.
Kamu
bilang aku cantik malam itu memakai long dress dengan setelan ungu.
Duduk
manis disebelahmu, mengawasimu mengendarai mobil.
Kita
seperti sepasang yang baru berkenalan. Malu" kala salah satu mengajak
ngobrol.
Lalu.....
Kau
memecahkan keheningan dengan suara yang begitu mempesonakan...
Kamu
bilang " aku jatuh cinta dengan senyuman itu, senyuman malu2 sambil
melihatku, aku ingin membawanya pulang untuk bekal beberapa hari tidak
bertemu"
Heyyy...
Aku
malu bang...
Tidak
ada seorang pun yang pernah berjanji kepada dirinya sendiri untuk membahagiakan
aku.
Hanya
kamu....
Meski
kamu tahu ketidakmungkinan yang selalu kita semogakan kala bertemu.
Kamu .
. .
Hanya
kamu yang pernah berjanji kepada dirimu sendiri untuk membahagiakan aku
Komentar
Posting Komentar