Bukan Perkara yang Mudah



Aku memang tidak hebat dalam perkara merelakan
Karena itu lebih sulit daripada menyembunyikan perasaan yang entah sampai kapan akan berujung.

Lucu…

Ketika semua terasa begitu nyaman. Kenapa aku malah merasa takut,
lebih takut daripada kamu meninggalkan aku untuk pergi study.

Lebih takut daripada melihat kamu menggoda org lain ketika kita bercanda bersama-sama dalam satu meja.

Aku tidak hebat dalam perkara merelakan…

Meski menyembunyikan lebih terasa berat, tapi aku suka menatapmu dari kejauhan.

Berharap ketika kamu pulang dr seberang menyapaku dengan sumringah. . .

Ketika semua sudah terasa semakin dekat sekarang, aku takut untuk merelakan yang justru belum menjadi milikku.

Aku egois bukan . . .

Iya aku perempuan yang egois. Bertahun tahun membiarkan perasaan ini meracau sendiri tanpa satu orangpun mengetahui.

Kamu tahu???

Aku telah merasa nyaman karenamu. Tapi aku selalu membunuh setiap akar yang mulai menjalar, setiap kuncup yang mulai mekar. Bahkan sebelum semua menjadi belukar aku telah berusaha mengahabiskannya agar tak semakin rimbun bunga yang kau tanam.

Sayangnya aku selalu gagal. Pupukmu lebih kuat dari pedangku.
Memang aku yang salah, harusnya tak membiarkanmu menanam ditempatku kan??

Sekarang . . .

Aku ingin merelakanmu, meski bukan perkara yang mudah untukku.
Sebelum bunga dihinggapi kupu" dan belukar menjadi sebuah rimbun taman.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Senja

Doa Berdinding Ratapan

Setiap potong pertemuan.