Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2017

Ketidakmungkinan yang Kita Semogakan

Aku terpanah mendengarmu mengatakan itu... Iya... Ketika kamu bilang kamu pernah berjanji kepada dirimu sendiri. Banyak sekali janjimu yang itu terkhusus untuk aku. Kamu berjanji banyak sekali dan semua kamu lontarkan ketika sudah menjadi nyata... Kamu tahu. . . Aku ingin menangis dan memelukmu saat itu juga... Kamu ingat kan saat kamu bilang "aku berjanji pada diriku sendiri tidak akan membawa motor ketika mengajakmu keluar waktu hujan atau panas terik" Iyaa itu hal yang sederhana... Tapi aku merasa disini aku ratunya, dan kamu rajannya. Kamu bilang aku cantik malam itu memakai long dress dengan setelan ungu. Duduk manis disebelahmu, mengawasimu mengendarai mobil. Kita seperti sepasang yang baru berkenalan. Malu" kala salah satu mengajak ngobrol. Lalu..... Kau memecahkan keheningan dengan suara yang begitu mempesonakan... Kamu bilang " aku jatuh cinta dengan senyuman itu, senyuman malu2 sambil melihatku, aku in...

Aku Kikuk

Aku kikuk Hey ada apa denganmu akhir-akhir ini, aku sedikit tidak mengerti. Kamu mulai agresif tidak seperti biasanya. Apalagi dengan status kita yg berbeda. Aku hanya mahasiswa, dan aku tidak perlu menyebutkan kamu siapa. Dulu . . . Aku pernah sedemikian rupa merindukanmu, waktu beberapa lama tidak bertemu, tapi aku fikir toh buat apa. Aku hanyalah sesendok gula di larutan kopi. Tidak akan terlihat dan berbekas. Hanya memberi rasa manis saja kan. Sampai pada akhirnya kamu kembali. Mengajak untuk bertemu ramai-ramai dengan teman-teman. Kala itu aku hanya berfikir biasa saja. Mungkin kamu memang sedang ingin melihat kita semua yang sudah lama tidak bercanda gurau bersama.   Tp anehnya ini lain, aku merasakan hal lain dari kamu. Aku tau kamu berusaha memfokuskan dirimu kepada orang lain tapi aku melihatnya berbeda. Kamu berusaha menarik perhatianku.  Kita duduk bersebelahan.  Saat aku terlambat memasuki cafe kamu telah duduk beramai-ramai berusaha m...

Bukan Perkara yang Mudah

Aku memang tidak hebat dalam perkara merelakan Karena itu lebih sulit daripada menyembunyikan perasaan yang entah sampai kapan akan berujung. Lucu… Ketika semua terasa begitu nyaman. Kenapa aku malah merasa takut, lebih takut daripada kamu meninggalkan aku untuk pergi study. Lebih takut daripada melihat kamu menggoda org lain ketika kita bercanda bersama-sama dalam satu meja. Aku tidak hebat dalam perkara merelakan… Meski menyembunyikan lebih terasa berat, tapi aku suka menatapmu dari kejauhan. Berharap ketika kamu pulang dr seberang menyapaku dengan sumringah. . . Ketika semua sudah terasa semakin dekat sekarang, aku takut untuk merelakan yang justru belum menjadi milikku. Aku egois bukan . . . Iya aku perempuan yang egois. Bertahun tahun membiarkan perasaan ini meracau sendiri tanpa satu orangpun mengetahui. Kamu tahu??? Aku telah merasa nyaman karenamu. Tapi aku selalu membunuh setiap akar yang mulai menjalar, setiap kuncup yang m...

Dear Rey

Hey Rey Aku senang melihat kamu mengikhlaskan Bukan…bukan… Bukan karena aku tidak ingin bersamamu lagi, aku menikmatinya Setiap senandung riang maupun sedih bersamamu Aku menikmatinya…. Entah itu riuh gaduh atau hembusan lembut yang menenangkan Kamu istimewa…. Bagaimana lagi aku menjelaskannya, aku telah terlalu melukaimu. Bahkan sejak awal kita bertemu kan?? Harusnya aku tidak dapat ampun untuk sebuah hukuman Tapi kamu adalah orang paling sabar yang pernah aku temui Kamu sempurna Tidak ada yang bisa menandingi cintamu… Kamu adalah pangeran tanpa sayap yang dikirim Tuhan untukku Tapi sayangnya aku menghempaskanmu Aku tau ini akan menjadi cambukan kecil tapi melukai parah di hatimu… Tapi bagaimana lagi. aku tidak ada pilihan lain. Kamu terlambat Rey… Aku tidak menyalahkanmu soal keterlambatan itu Tapi mungkin memang kita dipertemukan hanya untuk itu Percayalah dengan Tuhan… Dia membawakanmu seseorang yang lebih seg...

Rumah bagi Saya

Sejauh apa pun saya pergi, selama apapun saya pergi. Saya selalu ingin pulang kerumah. Saya selalu merindukan rumah. Dan Anda adalah rumah bagi saya. Semarah apapun saya. Meski bertemu dengan siapapun diluar sana yang lebih menyenangkan. Senyaman apapun saya diluar. Saya selalu ingin pulang. Dan Anda adalah tujuan saya untuk pulang. Karena Anda adalah rumah bagi saya. Anda... Karena Anda yg telah mengacaukan hati saya sejak saya masih SMA hingga saat ini. Tidak ada yang bisa mengacaukan hati saya seperti Anda. Saya merasa resah bila jauh, merasa rindu jika tidak bertemu. Membuat saya menangis jika Anda pulang. Dan Anda membuat saya jatuh sejatuh"nya. Saya jatuh cinta. Iyaa... Saya jatuh cinta dengan Anda yg mengacaukan hati saya setiap hari selama 5 tahun ini. Dan anehnya saya merasa senang melihat Anda tersenyum. Melihat mata Anda membuat saya ingin mengabdikan hidup saya selamanya bersama Anda Hanya Anda yg mampu menjatuhkan saya. Dan j...