Terimakasih Juli

Juli ku tutup dengan kemarahan

Ketidaknyamanan yang masih aku peluk hingga sekarang

Juli mengajarkan ku dewasa

Ketika pengabdian tak menjadi tombak

Yang bersikeras baik

Tapi tetap tidak akan terlihat

Terimakasih juliku yang berdarah tanpa luka

Terimakasih juliku yang menjadi jerit tanpa suara

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Senja

Doa Berdinding Ratapan

Setiap potong pertemuan.