Setahun yang Lalu

Kala itu tidak mendung, tidak angin atupun hujan...

Tapi pemutus kebahagiaan yang sebenarnya tiba" datang.

Hari itu seakan semuanya diberi peringatan, bahwasannya kami bukan apa" kami bukan siapa". 

Ketika yang memiliki segalaNya mengambil kembali milikNya. Memporak porandakan ketenangan dan kebahagiaan yang melalaikan kami.

Pagi yang tenang seperti biasa seakan menjadi gemuruh neraka di dada.

Tak henti lisan menyebut yang maha kuasa, mengingat segala dosa yang telah diperbuat. 

Mengapa sekejap saja semua rasa berubah.

Minggu lalu kami semua masih baik" saja. Menikmati secangkir teh berkumpul bersama keluarga besar merayakan liburan.

Lalai... Lalai... Lalai

Sekali lagi semua lalai seakan lupa bahwa kebahagiaan itu semu adanya.

Sombong... Sombong... Sombong

Kami sombong dengan waktu yang seakan milik kami semuanya.

Allah benar" menguji, memperingatkan kami saat ini. Dan kami tau Allah menyayangi kami semua.

Karena kami masih memegang iman dan taqwa.

Tanggung jawab itu tak akan kami biarkan ia pikul sendirian, di usia yang masih sangat belia.

Iyaaa ... 9 tahun ...

Dia bocah laki" yang hanya menatap nanar Ibunya tengah menangis melihat kepergian ayahnya.

Tiba" leleh air mata itu secara perlahan tanpa isak dalam diam.

Sedangkan 2 balita lainnya tertawa bergurau dengan saudara" tanpa paham apa maksud semua.

Ya Allah ya Rabb... Ya muqollibal qulub tsabbit qolbi aladinik

Tetapkan iman dan islam dalam diri kami semua. Agar senantiasa menjaga dari segala hingar bingar dunia.



Sepeninggal Kakakku Rama Abdullah Rahmat Akbar ( Selasa, 23 November 2021)

Dengan meninggalkan seorang istri dan 3 anak yang masih balita. 

Semoga Allah melapangkan kuburnya dan menempatkan disurga.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Senja

Doa Berdinding Ratapan

Setiap potong pertemuan.