Bukan lagi Cinta Diam Diam
Ini bukan lagi tentang cinta diam-diam yang aku rancang, bukan juga kasih sayang yang dipaksakan.
Ini tentang keterbukaan segala hal ketika bersamamu. Mungkin sekarang semua mimpi belum menjadi nyata, belum juga terlihat akan menjadi luar biasa. Tapi bersamamu sesederhana apapun itu aku bahagia. Mengantarmu berproses menjadi lebih sukses membuat mimpiku bukan apa-apa. Bukan berarti aku tidak ingin mewujudkan nya tapi lebih kepada aku ingin kamu dulu yang bahagia.
Ini sedikit aneh memang, perempuan yang egois nya luar biasa ini menjadi tidak lagi menggebu untuk sebuah nama. Menjadikan kamu sebagai hal pertama yang didahulukan dan didoakan melebihi dirinya.
Ini bukan lagi tentang cinta tapi keihklasan untuk bersama mengasihi dan saling membutuhkan.
Inilah sebenar-benarnya cinta kasih yang dari dulu berusaha aku rancang menjadi sebuah keromantisan. Tapi denganmu semua itu tak perlu, mengalir begitu saja tanpa adanya rancangan. Kamu membuat semua keromantisan itu bercabang menjadi sebuah keharuman, keindahan, dan kesejukan.
Terimakasih telah menerimaku yang banyak sekali kekurangan, tidak pernah bisa membahagiakan, kurang perhatian, banyak perdebatan, sering cemburuan, masih kekanakan, tidak cantik dan kurang pengertian barangkali. Tapi ketahuilah cintaku melebihi dirimu, sayangku bukan lagi milik yg lain, mungkin akan sedikit terbagi sekarang dengan kehadiran buah cinta kita didalam rahimku. Tapi tenanglah jangan cemburu karena pengabdianku tetap untukmu.
Terimakasih selalu mendoakanku ketika selesai sholat, meski tak terungkap tapi aku tahu itu dan selamat kamu berhasil meluluhkan hatiku, melembutkan jiwaku. Membuat hatiku merah jambu mulai dari awal melihatmu tersenyum di kota Singosari itu.
Terimakasih telah menjadikan ku orang paling beruntung menjadi istrimu.
Ini tentang keterbukaan segala hal ketika bersamamu. Mungkin sekarang semua mimpi belum menjadi nyata, belum juga terlihat akan menjadi luar biasa. Tapi bersamamu sesederhana apapun itu aku bahagia. Mengantarmu berproses menjadi lebih sukses membuat mimpiku bukan apa-apa. Bukan berarti aku tidak ingin mewujudkan nya tapi lebih kepada aku ingin kamu dulu yang bahagia.
Ini sedikit aneh memang, perempuan yang egois nya luar biasa ini menjadi tidak lagi menggebu untuk sebuah nama. Menjadikan kamu sebagai hal pertama yang didahulukan dan didoakan melebihi dirinya.
Ini bukan lagi tentang cinta tapi keihklasan untuk bersama mengasihi dan saling membutuhkan.
Inilah sebenar-benarnya cinta kasih yang dari dulu berusaha aku rancang menjadi sebuah keromantisan. Tapi denganmu semua itu tak perlu, mengalir begitu saja tanpa adanya rancangan. Kamu membuat semua keromantisan itu bercabang menjadi sebuah keharuman, keindahan, dan kesejukan.
Terimakasih telah menerimaku yang banyak sekali kekurangan, tidak pernah bisa membahagiakan, kurang perhatian, banyak perdebatan, sering cemburuan, masih kekanakan, tidak cantik dan kurang pengertian barangkali. Tapi ketahuilah cintaku melebihi dirimu, sayangku bukan lagi milik yg lain, mungkin akan sedikit terbagi sekarang dengan kehadiran buah cinta kita didalam rahimku. Tapi tenanglah jangan cemburu karena pengabdianku tetap untukmu.
Terimakasih selalu mendoakanku ketika selesai sholat, meski tak terungkap tapi aku tahu itu dan selamat kamu berhasil meluluhkan hatiku, melembutkan jiwaku. Membuat hatiku merah jambu mulai dari awal melihatmu tersenyum di kota Singosari itu.
Terimakasih telah menjadikan ku orang paling beruntung menjadi istrimu.
Komentar
Posting Komentar