Postingan

Menampilkan postingan dari 2019

Sebait kenangan masa lalu

Mengapa dulu kamu menungguku untuk ketidakjelasan selama beberapa waktu yang lama? Tentu aku adalah gadis remaja yang masih kesana kemari menikmati hidup. Mengapa kamu menungguku dengan bodohnya? Mengapa kamu mau membelikanku jajan yang tidak murah harganya untuk sekali makan, padahal penghasilanmu saat itu bisa dibilang belum mapan. Aku tau kamu selalu berangkat pagi-pagi buta untuk mengunjungi ku di kota lain membawa rindu itu setelah beberapa bulan tidak bertemu. Dan pulang larut malam untuk kembali beraktivitas esok harinya dengan rindu yang terbayarkan katamu, meski aku banyakan manyun nya ketika bertemu. Kenapa kamu melakukan itu? Apakah seistimewa itu?.... Kamu hebat, bertahun-tahun bisa bertahan dengan kekanakan ku. Meski jarang bertemu. Terkadang aku merasa kasihan, karena terlihat ketulusan itu di letihnya penantian yang seperti tak berujung. Tapi dasar aku perempuan egois, aku tidak peduli. Dan hanya kamu yang mau bertahan dengan perempuan egois ini. Yan...

Bukan lagi Cinta Diam Diam

Ini bukan lagi tentang cinta diam-diam yang aku rancang, bukan juga kasih sayang yang dipaksakan. Ini tentang keterbukaan segala hal ketika bersamamu. Mungkin sekarang semua mimpi belum menjadi nyata, belum juga terlihat akan menjadi luar biasa. Tapi bersamamu sesederhana apapun itu aku bahagia. Mengantarmu berproses menjadi lebih sukses membuat mimpiku bukan apa-apa. Bukan berarti aku tidak ingin mewujudkan nya tapi lebih kepada aku ingin kamu dulu yang bahagia. Ini sedikit aneh memang, perempuan yang egois nya luar biasa ini menjadi tidak lagi menggebu untuk sebuah nama. Menjadikan kamu sebagai hal pertama yang didahulukan dan didoakan melebihi dirinya. Ini bukan lagi tentang cinta tapi keihklasan untuk bersama mengasihi dan saling membutuhkan. Inilah sebenar-benarnya cinta kasih yang dari dulu berusaha aku rancang menjadi sebuah keromantisan. Tapi denganmu semua itu tak perlu, mengalir begitu saja tanpa adanya rancangan. Kamu membuat semua keromantisan itu bercabang menjadi sebu...