Purnama



Dulu aku sempat mengagumi langit merah di ufuk barat dengan gilanya.
Segala kehangatan yang ia berikan . . .
Keindahan yang selalu hadir setiap menjelang malam . . .
Dia begituu mempesonakan

Sampai pada akhirnyaa. . .

Aku melihat purnama
Cahaya terang diantara gulita yang mengelilinginya
Begitu elegan
Campuran emas dan hitam yang menjadikan aku lupa akan marunnya . . .

Sekarang purnama menjadi alasan aku menunggu…
Meski tak setiap malam bertemu tapi ia mengajarkanku
Keikhlasan dalam menanti keindahan
Keikhlasan dalam menanti sebuah hal indah yg sudah disiapkan…

Bulan purnama selalu saja indah dengan kilau yang tak biasa,
Meski dingin kadang memecah malam…
Tapi setiap orang akan rela menunggu disetiap kejutan keindahannya.
Iyaa…
Kamu purnamanya . . .
Dan kamu alasanku menunggu purnama tiba.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Senja

Doa Berdinding Ratapan

Setiap potong pertemuan.