Tidak Akan Pernah Menjadi Hambar



Aku tidak tau kenapa menjadi serumit ini berkisah denganmu.

Aku fikir dengan merelakanmu, akan bisa hidup normal dengan sedia kala.
Aku fikir dengan mengucapkan itu,
akan dapat melupakanmu menjadi jauh lebih mudah.

Aku salah . . .

Perasaan ini tak pernah menjadi hambar.

Entah sampai kapan

Yang pasti kamu adalah bumbu yang menjadikan kaldu sup itu sempurna.

Hingga sampai saat ini pun, aku menjadi gila karena tak memiliki bumbu itu.

Kenapa semua jadi serumit ini?

Bisakah aku kembali?
Menjadikan semuanya sempurna . . .

Haruskah aku mengatakannya lagi?
Perasaanku kepadamu tak akan pernah menjadi hambar.

Dengan siapapun kamu nanti memilih untuk hidup,
Atau dengan siapapun aku nanti ditakdirkan untuk hidup.

Aku akan selalu mengingatnya . . .

Kamu adalah yang memiliki perasaanku hingga detik ini, dan sampai kapanpun tak akan aku biarkan itu menjadi hambar.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Senja

Doa Berdinding Ratapan

Setiap potong pertemuan.