Postingan

Menampilkan postingan dari 2022

Ke-Random-an Kita

Mungkin jika kita bersama akan menjadi cerita kehidupan paling sempurna. Maka dari itu Tuhan tak ingin kisah kita terlalu dalam, sebab tak akan ada hal yang terasa berjuang sendirian jika bersamamu. Sebab tak ada hal percuma jika itu denganmu. Sebab tak ada haru yang tak berkesan jika bersamamu. Semua terasa sempurna memang. Terlalu sempurna sebenarnya. Kadang random aja tiba" makan dipingir jalan, nasi goreng, angkringan malam. Tiba" random pingin naik motor keliling kota malang. Padahal dulu aku yang merengek panas dan kehujanan. Kangen aja gitu nangis-nangis dimobil terus bertengkar eh ga lama gila nyanyi keras dengan suara sumbang. Kamu bukan beda, tapi kamu orang yang sebenarnya aku cari. Ibarat aku cangkir dan kamu tutupnya ga sih? Iya . . . Klop banget . . . Saking klop nya tuh kadang hampir kamu itu kayak aku dan aku itu kayak kamu. Makanan kesukaan sama, lagu favorit yang sama selera humor sama ah apa sih yang kurang dari kita. Cuma takdir aja yg beda.

Setahun yang Lalu

Kala itu tidak mendung, tidak angin atupun hujan... Tapi pemutus kebahagiaan yang sebenarnya tiba" datang. Hari itu seakan semuanya diberi peringatan, bahwasannya kami bukan apa" kami bukan siapa".  Ketika yang memiliki segalaNya mengambil kembali milikNya. Memporak porandakan ketenangan dan kebahagiaan yang melalaikan kami. Pagi yang tenang seperti biasa seakan menjadi gemuruh neraka di dada. Tak henti lisan menyebut yang maha kuasa, mengingat segala dosa yang telah diperbuat.  Mengapa sekejap saja semua rasa berubah. Minggu lalu kami semua masih baik" saja. Menikmati secangkir teh berkumpul bersama keluarga besar merayakan liburan. Lalai... Lalai... Lalai Sekali lagi semua lalai seakan lupa bahwa kebahagiaan itu semu adanya. Sombong... Sombong... Sombong Kami sombong dengan waktu yang seakan milik kami semuanya. Allah benar" menguji, memperingatkan kami saat ini. Dan kami tau Allah menyayangi kami semua. Karena kami masih memegang iman dan taqwa. Tanggung jaw...

Bioskop

Karenamu aku kembali berani menulis,  setiap detik dalam ingatan tentang masa lalu itu membuat waktu yang tersisa hari ini tak ada makna sama sekali. Indah memang... Setiap potong kisah yang ada berakhir begitu sempurna. Layak untuk dirasa tapi sulit dicerita. Bagian yang mana sih yang tidak berujung percekcokan diantara kita?... Haha dasar . . . Udah tau aku egois kamu masih saja melankolis Hmmmm inget gak kita cek cok malam itu, karena hal sepele banget loh. Kamu bilang lapar yaudah yok makan dulu. Tp keburu nonton ga sih.  Ah hitungan menit doang makan mie kan cepet.  Eh ternyata lama banget datengnya. Mana keburu nonton. Aku ngambek kan? Kamu sih ga pandai prediksi. Akhirnya kan sayang nonton separuh doang. Bodoh emang ngambek sepanjang nonton eh pulangnya cengingisan ga jelas ngomentarin orang lewat. Hahaha sederhana banget ga sih kita baikannya??? Tapi . . . Sekarang cuma bisa sepanjang jalan kenangan aja klo liat setiap sudut kota berasa ada kamu disana