Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2017

Hanya Namanya

Perempuan ini sedang rindu menanyakan kabarmu dengan formal harus mengulang beberapa kali karena tidak memakai perangko rumit sekali bukan? tapi mendapatkan jawaban tentang keadaanmu, itu saja sudah cukup. Perempuan ini yang suka sekali mengintip last seen di Whatsappmu sambil menyimbanberibu pertanyaan, sedang dengan siapakah pemuda itu berbagi cerita. Perempuan ini yang suka sekali menghapus chat lalu mengetiknya lagi kemudian menghapusnya lagi kemudian mengetiknya lagi hingga belasan kali. karena takut mengganggumu. Perempuan ini adalah yang mendoakanmu dikala hujan, mendoakanmu tanpa henti dikala jeda antara adzan dan iqomah, dan mendoakanmu malam hari menjelang ia tertidur. Semua hal yang pemuda itu katakan, nasihat yang pernah pemuda itu sampaikan. Perempuan ini mengingatnya dengan baik, menyusunnya di rak pikirannya dengan rapih. Pemuda itu yang membuatnya selalu rindu,... Kala hujan serta antara adzan dan iqomah. Karena doa yang perempuan ini panjatkan hanyal...

Kamu Berbeda

Bagaimana bisa kamu menjadi alasanku untuk tidak pergi kemana-mana Bahkan begitu banyak hal yang menyenangkan orang lain tawarkan. Tapi kamu menjadi hal yang lebih menarik dari semuanya Aku tidak pernah melihatmu lagi, Melihat kamu tertawa terbahak-bahak Melihat kamu berbicara banyak hal Melihat kamu bersenandung rendah dengan suara fals Aku tidak melihat itu semua darimu Yang seperti orang lain lakukan. Kehidupan yang hingar bingar penuh dengan kemewahan. Kamu berbeda . . . Penuh kelembutan yang tak orang lain mengerti Tak pernah surut untuk tetap berusaha dijalanNYA Terkadang aku membencimu Karena tak menikmati dunia ini dengan semestinya orang. Tapi . . . Disitulah letak keindahannya, Kamu berbeda dari yang lain . . . Iyaa . . . Kamu berbeda . . .

Purnama

Dulu aku sempat mengagumi langit merah di ufuk barat dengan gilanya. Segala kehangatan yang ia berikan . . . Keindahan yang selalu hadir setiap menjelang malam . . . Dia begituu mempesonakan Sampai pada akhirnyaa. . . Aku melihat purnama Cahaya terang diantara gulita yang mengelilinginya Begitu elegan Campuran emas dan hitam yang menjadikan aku lupa akan marunnya . . . Sekarang purnama menjadi alasan aku menunggu… Meski tak setiap malam bertemu tapi ia mengajarkanku Keikhlasan dalam menanti keindahan Keikhlasan dalam menanti sebuah hal indah yg sudah disiapkan… Bulan purnama selalu saja indah dengan kilau yang tak biasa, Meski dingin kadang memecah malam… Tapi setiap orang akan rela menunggu disetiap kejutan keindahannya. Iyaa… Kamu purnamanya . . . Dan kamu alasanku menunggu purnama tiba.