Harusnya
 Tidak sebahagia yg kamu fikirkan. Aku menderita disini, berharap pagi segera datang dan malam segera berlalu. Begitu setiap hari aku menunggu ajalku. Jika kamu tanya apa aku bahagia? Dengan tegas akan aku bilang tidak!!! Aku hanya menunggu ajal disini. Sembari mencari bekal untukku di akhirat nanti. Aku bagai mayat hidup, kesana kemari tanpa pijakan. Linglung dengan segala kebodohanku sendiri. Katanya semua akan baik" saja. Tapi sebaik apapun itu jika disini aku lebih memilih pergi. Harusnya . . . Ya harusnya aku pergi, berlari sekencang mungkin, menerabas angin sekuat yang aku bisa. Tapi entahlah, aku tidak berdaya. Karena aku perempuan, dan duniaku dibatasi oleh aturan-aturan. Aku menyesal.